BELAJAR BACA KITAB KUNING

Senin, 22 Agustus 2011

TATA CARA BELAJAR BACA KITAB KUNING

TATA CARA BELAJAR BACA KITAB KUNING
PEMBELAJARAN INI DIPERUNTUKKAN BAGI SIAPA PUN DENGAN SYARAT
- Telah bisa membaca tulisan arab yang berharakat
- Telah memiliki pengetahuan walaupun sangat sederhana tentang kaidah bahasa Indonesia, misalnya tahu apa itu subyek, predikat dll
- Memiliki motivasi yang kuat untuk bisa membaca teks-teks berbahasa Arab yg tidak ada harakatnya
1. Pembelajaran ini terdiri dari 3 komponen, yaitu: (1) kosakata, (2) kaidah, dan (3) latihan.
2. Sebaiknya sebelum anda mempelajari kaidah dan menjawab latihan-latihan yang ada pada setiap pelajaran, anda telah menghafalkan kosakata yang ada pada pelajaran yang anda pelajari terlebih dahulu
3. Cara menghafalkan kosakata:
a. Pada setiap pelajaran disebutkan kosakata baru yang akan muncul dalam pelajaran tsb,
b. Terjemah kosakata yang ada bisa dicari dalam posting tersendiri, yaitu Metode 33 Kosakata
c. Cara membaca kosakata yang ada dalam kosakata adalah yang tidak ada harakatnya dibaca fathah, dan huruf akhir yang tidak ada harakatnya dibaca sukun dulu saja.
d. Hafalkan kosakata dan terjemah Indonesianya dengan baik. Tidak harus hafal di luar kepala, tetapi jika hafal di luar kepala akan lebih baik.
4. Setelah hafal kosakata silahkan baca dan pahami kaidah yang ada pada pelajaran yang anda pelajari. Pelajaran 1 ada pada posting Metode 33 Pelajaran 1, Pelajaran 2 ada pada posting Metode 33 Pelajaran 2 dan seterusnya.
5. Jawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah tersedia di dalam latihan pada setiap pelajaran. Khusus latihan membaca anda bisa menulisnya dengan tulisan arab yang diharakati atau tulisan latin
6. File2 ini sudah tercetak dalam sebuah buku yang berjudul CARA CEPAT BISA BACA KITAB: METODE 33
7. SELAMAT BELAJAR DAN MENCOBA... SEMOGA SUKSES SELALU... DAN SEMOGA KITA SENANTIASA MENDAPAT RAHMAT, RIDHA DAN HIDAYAH DARI ALLAH SWT. AMIN.

Minggu, 21 Agustus 2011

Metode 33 Pelajaran 11

PELAJARAN 11
KHABAR DARI MUBTADA` YANG DIBUANG, BADAL DAN MU’TALL AKHIR
KOSAKATA:
إزالة، نجاسة، إيصال، بشرة، هي، سيدنا، عصا، يمنى، يسرى، مدعوّ، وقت، طلب، تعذُّر، القاضي، قبل، إمرار، جسد، تقديم
KAIDAH:
17. Sering kita jumpai dalam teks-teks berbahasa Arab klasik yang mengungkapkan tentang pembagian yang biasanya dalam bahasa Indonesia diberi nomor urut, akan tetapi di dalam bahasa Arab sering tidak memakai nomor urut. Misalnya:
وفرائِضُ الْغُسْلِ ثلاثةُ أشْياء: النِّيّةُ وإِزالةُ النّجاسةِ وإِيْصالُ الْماءِ إِلى جمِيْعِ الشّعْرِ والْبشرةِ
Terjemah harfiahnya:
(Adapun fardhu-fardhunya mandi itu ada tiga perkara: (yaitu) niat, menghilagkan najis, dan menyampaikan air ke semua rambut dan kulit)
Terjemah alternatif:
(Rukun-rukun mandi itu ada tiga, yaitu: (1) niat, (2) menghilangkan najis, dan (3) meratakan air ke seluruh rambut dan kulit).
Pada contoh di atas, status kata النِّيّةُ adalah khabar dari mubtada` yang dibuang, jika ditampakkan adalah هِي النِّيّةُ dan seterusnya. Dengan demikian, kata النِّيّةُ dibaca rafa’ sebagai khabar.
18. Di dalam bahasa Arab sering muncul penyebutan sesuatu yang dilanjutkan dengan penyebutan kata lain yang sebenarnya makna kata itu adalah kata yang sudah disebutkan sebelumnya. Dalam hal seperti ini para ahli tata bahasa Arab menyebutnya dengan istilah badal.
Contoh: سيِّدُنا مُحمّدٌ (penghulu kita Muhammad).
Makna dan isi dari kata سيِّدُنا adalah kata مُحمّدٌ.
Susunan kata yang pertama (سيِّدُنا) disebut mubdal minhu dan kata kedua (مُحمّدٌ) disebut badal. Jadi pada contoh di atas kata مُحمّدٌ adalah badal, dan سيِّدُنا adalah mubdal minhu.
I’rabnya badal mengikuti i’rabnya mubdal minhu, artinya, jika mubdal minhu dibaca rafa’ maka badal juga dibaca rafa’, seperti contoh سيِّدُنا مُحمّدٌ di atas, karena سيِّدُنا dibaca rafa’ maka kata مُحمّدٌ juga dibaca rafa’, begitu pula jika mubdal minhu dibaca nashab atau jarr, maka badal harus mengikuti i’rabnya mubdal minhu. Bandingkan dengan i’rabnya man’ut + na’at.
19. Apabila ditemukan kata, baik isim maupun fi’il, dalam bahasa Arab yang akhirnya huruf waw, alif atau ya’ asli (bukan tambahan) dan sebelum huruf terakhir berharakat, maka waw, alif dan ya’ itu disukun dan i’rabnya dikira-kirakan, kecuali waw dan ya’ yang difathah atau dibaca nashab. Kata yang seperti ini dinamakan mu’tall akhir (huruf terakhir berupa huruf ‘illah). Huruf ‘illah ada tiga: alif, waw, dan ya`.
Catatan:
- Alif ada yang ditulis dengan berdiri tegak (ا) dan ada yang ditulis seperti ya’. Yang ditulis seperti ya’ tidak ada titik di bawahnya dan disebut dengan alif layyinah (ى).
Contoh: العصا، اليُمْنى
- Ya’ dan waw di akhir kata yang ditasydid diharakati sebagaimana huruf-huruf lain.
Contoh: الشافِعِيُّ، الْمدْعُوُّ


LATIHAN
1. Bacalah teks berikut ini dengan benar (terutama perhatikan cara membaca akhir kata dari setiap kata yang ada) kemudian terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia!
وفروض الوضوء ستة أشياء: النية عند غسل الوجه، وغسل الوجه، وغسل اليدين إلى المرفقين، ومسح بعض الرأس، وغسل الرجلين إلى الكعبين، والترتيب// وشرائط التيمم خمسة أشياء: وجود العذر بسفر أو مرض، ودخول وقت الصلاة، وطلب الماء، وتعذر استعمال الماء بعد الطلب، والتراب الطاهر// وصلى اللّه على سيدنا محمد// القاضي أبو شجاع أحمد بن الحسين// الفقه على مذهب الإمام الشافعيّ// وسنن الغسل خمسة أشياء: التسمية، والوضوء قبل الغسل، وإمرار اليد على الجسد، والموالاة، وتقديم اليمنى على اليسرى//
2. Tunjukkan kata yang menjadi khabar dari mubtada` yang dibuang pada teks di atas!
3. Tunjukkan kata yang menjadi badal pada teks di atas!
4. Tunjukkan isim mu’tall akhir dari teks di atas lalu sebutkan status dan tanda i’rabnya!
5. Sebutkan status masing-masing kata dari teks di atas dan sebutkan tanda i’rabnya!

Metode 33 Pelajaran 10

PELAJARAN 10
‘ATHAF DAN HURUF ISTI`NÂF
KOSAKATA:
نية، ترتيب، وجه، و، أو، ثم، سماء، بحر، نهر، سكر، مرض، قائم، جالس، شعر، فصل، حال، كلب، خنزير، تسمية، كف، استنشاق، جميع، رأس، لحية، كث، موالاة، غير، وجود، عذر، سفر، بعض، تيمُّم، عدم
KAIDAH:
16.a. Di dalam bahasa Arab ada satu huruf yang sering muncul, yaitu huruf waw (و). Huruf ini mempunyai beberapa fungsi, antara lain berfungsi sebagai huruf ‘athaf (dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan kata penghubung).
Waw yang berfungsi sebagai huruf ‘athaf disebut dengan waw ‘athaf, dipakai untuk menghubungkan dua atau lebih kata atau susunan kata (baik yang berbentuk kalimat maupun yang bukan kalimat) dalam suatu pembicaraan.
Waw ‘athaf ini biasanya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan “dan”.
Dalam kaidah bahasa Arab apabila ada dua kata atau lebih yang dihubungkan dengan huruf ‘athaf maka kata yang kedua i’rabnya sama dengan kata yang pertama.
Contoh:
1. النِّيّةُ والتّرْتِيْبُ (niat dan tertib)
2. غسْلُ الْوجْهِ وغسْلُ الْيديْنِ (membasuh muka dan membasuh dua tangan)
Jika i’rab kata غسْلُ yang pertama (disebut dengan ma’thuf ‘alaih) adalah rafa’ maka i’rab kata غسْلُ yang kedua (disebut dengan ma’thuf) juga rafa’. Begitu pula jika i’rabnya ma’thuf ‘alaih itu nashab atau jarr maka i’rabnya juga nashab atau jarr. Kasus yang sama terjadi pada contoh: النِّيّةُ والتّرْتِيْبُ.
Waw ‘athaf juga sering muncul diulang-ulang untuk menghubungkan beberapa kata atau susunan kata. Jika dalam kasus seperti ini maka untuk menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia biasanya diberi koma, sementara kata penghubung “dan” diungkapkan sebelum ma’thuf terakhir.
Contoh:
ماءُ السّماءِ وماءُ الْبحْرِ وماءُ النّهْرِ وماءُ الْبِئْرِ (air hujan, air laut, air sungai dan air sumur).
Ada huruf ‘athaf lain yang sering muncul, yaitu أوْ (atau) dan ثُمّ (kemudian). Fungsi kedua huruf ini sama dengan fungsi waw ‘athaf (sebagaimana yang telah dijelaskan).
Contoh:
1.بِسكرٍ أوْ مرضٍ (sebab mabuk atau sakit).
2. محْمُوْدٌ قائِمٌ ثُمّ جالِسٌ (Mahmud berdiri kemudian duduk).
16.b.Fungsi lain dari huruf waw (و) dan ثُمّ adalah sebagai isti`naf (memulai ungkapan baru). Waw dan ثُمّ isti`naf muncul di awal kalimat setelah adanya kalimat sempurna yang biasanya kalimat kedua merupakan kalimat yang berdiri sendiri atau muncul pada awal fashal. Dengan demikian, isim setelah waw dan ثُمّ isti`naf berstatus sebagai mubtada`.
Contoh:
1. Setelah berbicara tentang cara menyucikan kulit lalu ada kalimat berikutnya وعظْمُ الْميْتةِ وشعْرُها نجِسٌ (Tulang dan bulu bangkai (itu) najis)
2. (فصْلٌ) والسِّواكُ مُسْتحبٌّ فِيْ كُلِّ حالٍ (‘Fashal’ Gosok gigi (itu) sunnah dalam keadaan apa pun)
3. ثُمّ الْمِياهُ على أرْبعةِ أقْسامٍ (Air (itu) terbagi menjadi empat)
Waw dan ثُمّ isti`naf tidak perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
LATIHAN
1. Bacalah teks berikut ini dengan benar (terutama perhatikan cara membaca akhir kata dari setiap kata yang ada) kemudian terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia!
جلد الكلب والخنزير نجس// وفروض الوضوء النية عند غسل الوجه، وغسل الوجه، وغسل اليدين إلى المرفقين، ومسح بعض الرأس، وغسل الرجلين إلى الكعبين، والترتيب// وسنن الوضوء التسمية، وغسل الكفين، والمضمضة، والاستنشاق، ومسح جميع الرأس، ومسح الأذنين، وتخليل اللحية الكثّة، وتخليل أصابع اليدين والرجلين، والموالاة// ثم المياه على أربعة أقسام: طاهر مطهر غير مكروه، وطاهر مطهر مكروه، وطاهر غير مطهر، وماء نجس// التيمم جائز عند عدم الماء، وعند وجود العذر بسفر أو مرض//
2. Tunjukkan huruf-huruf ‘athaf dan huruf-huruf isti`naf yang ada pada teks di atas, kemudian tujukkan i’rab kata sesudahnya!
3. Sebutkan status masing-masing kata dari teks di atas dan sebutkan tanda i’rabnya!

Metode 33 Pelajaran 9

PELAJARAN 9
ISIM GHAIRU MUNSHARIF
KOSAKATA:
ستة، عشرة، عرفة، دمشق، عالِم، أحمر، سكران، أصفر، أبيض، أفضل، تخليل، استدبار، قبلة، صحراء، خمسة، رمي، إحرام، دخول، وقوف، خفّ، جائز
KAIDAH:
15. Sebagaimana telah disebutkan pada kaidah 11, bahwa isim mufrad dan jama’ taksir itu apabila dibaca jarr maka akhir katanya harus dikasrah. Di dalam bahasa Arab ada isim mufrad dan jama’ taksir yang apabila dibaca jarr tidak dikasrah, akan tetapi difathah. Isim ini disebut dengan isim ghairu munsharif.
Isim ghairu munsharif adalah isim yang, walaupun tidak ada kata sandang alif dan lam (ال), tidak ditanwin.
Ada beberapa isim ghairu munsharif, antara lain:
a. Nama (orang/kota dll) perempuan yang hurufnya lebih dari tiga.
Contoh: فاطِمةُ، عرفةُ (Fatimah, Padang Arafah)
b. Nama orang laki-laki tetapi diakhiri dengan ta’ marbuthah.
Contoh: حمْزةُ (Hamzah)
c. Nama (orang/kota dll) yang aslinya bukan nama Arab.
Contoh: إِبْراهِيْمُ، دِمشْقُ (Ibrahim, Damaskus)
d. Nama yang menyerupai fi’il.
Contoh: أحْمدُ، يزِيْدُ (Ahmad, Yazid)
e. Nama yang diakhiri dengan ا dan ن.
Contoh: عُثْمانُ (Usman)
f. Bentuk jama’ taksir yang huruf ketiganya alif sementara harakat dua huruf sebelumnya fathah semua, dan huruf sesudah alif dikasrah. Jama’ taksir yang ini biasa disebut dengan muntahal jumu’.
Contoh: مساجِدُ (masjid-masjid)
g. Bentuk jama’ taksir yang hurufnya lebih dari empat dan diakhiri oleh alif dan hamzah.
Contoh: عُلماءُ (Ulama`)
h. Kata sifat untuk perempuan yang diakhiri dengan alif dan hamzah.
Contoh: حمْراءُ (merah)
i. Kata sifat yang diakhiri dengan alif dan nun.
Contoh: سكْرانُ (yang mabuk)
j. Kata sifat yang menyerupai fi’il.
Contoh: أحمر (merah), أبيض (putih), أصفر (kuning), أفضل (lebih utama).
Catatan:
Isim ghairu munsharif kalau sudah diberi kata sandang alif dan lam (ال), atau menjadi mudhaf, maka menjadi isim munsharif, sehingga jika dibaca jarr dikasrah.
LATIHAN
1. Apa isim ghairu munsharif itu?
2. Bacalah teks berikut ini dengan benar (terutama perhatikan cara membaca akhir kata dari setiap kata yang ada) kemudian terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia!
في ثلاثة مواضع// فروض الوضوء ستة أشياء// سنن الوضوء عشرة أشياء// تخليل أصابع اليدين// الاستنجاء بالأحجار// الماء أفضل// استدبار القبلة في الصحراء// فرائض الغسل ثلاثة أشياء// سنن الغسل خمسة أشياء// لرمي الجمار الثلاث// الغسل عند الإحرام// الغسل عند دخول مكّة// الغسل للوقوف بعرفة// المسح على الخفّين جائز بثلاثة شرائط//
3. Carilah isim-isim ghairu munsharif pada teks di atas!
4. Carilah isim-isim munsharif yang asalnya isim ghairu munsharif pada teks di atas!
5. Sebutkan status isim-isim dari teks di atas dan sebutkan tanda i’rabnya!



Metode 33 Pelajaran 7

PELAJARAN 7
I’RABNYA ISIM: JARR
KOSAKATA:
أبوك، أخوك، حموك، فوك، ذو مال، قرابة، ثلاثة، أشد، استحباب، غسل، يد، مرفق، اختص – يختص، مصنف، سيارة، رافق – يرافق، أداء، حج
KAIDAH:
11.d.Jika isim itu dibaca jarr maka huruf terakhir dari isim mufrad, jama’ taksir dan jama’ mu`annats salim dikasrah. Contoh: عمِيْقٍ، ٍكبِيْرةٍ، رِجالٍ، بُيُوْتٍ، رُكبٍ، مُجْتهِداتٍ, sementara untuk isim mutsanna dan jama’ mudzakkar salim perubahannya sama dengan apabila isim itu dibaca nashab, yaitu diakhiri dengan ya` dan nun. Contoh: جدِيْديْنِ، جدِيْدتيْنِ، مُجْتهِدِيْن.
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat tabel berikut:
Rafa’ Nashab Jarr
Mufrad mudzakkar/ mu`annats Dhammah. Contoh:
عميقٌ، عميقةٌ Fathah. Contoh:
عميقًا، عميقةً Kasrah. Contoh:
عميقٍ، عميقةٍ
Jama’ taksir Dhammah. Contoh:
رجالٌ، بيوتٌ Fathah. Contoh:
رجالا، بيوتًا Kasrah. Contoh:
رجالٍ، بيوتٍ
Jama’ mu`annats salim Dhammah. Contoh:
مجتهداتٌ Kasrah. Contoh:
مجتهداتٍ Kasrah. Contoh:
مجتهداتٍ
Mutsanna mudzakkar/ mu`annats Alif. Contoh:
مجتهدان، مجتهدتان Ya`. Contoh:
مجتهدين، مجتهدتين Ya`. Contoh:
مجتهدين، مجتهدتين
Jama' Mudzakkar Salim dibaca Rafa' dengan Waw. Contoh: مجتهدون
Jama' Mudzakkar Salim dibaca Nashab dengan Ya`. Contoh: مجتهدِين
Jama' Mudzakkar Salim dibaca Jarr dengan Ya`. Contoh: مجتهدِين
Catatan:
Ada lima isim mufrad yang i’rabnya berbeda dengan isim mufrad yang lain. Isim-isim ini adalah فو, حم, أخ, أب dan ذو. Lima isim ini jika menjadi mudhaf (akan dijelaskan pada kaidah 13) maka pada saat dibaca rafa’ dengan waw, dibaca nashab dengan alif, dan pada saat dibaca jarr dengan ya`. Isim-isim ini biasa disebut dengan al-asma`ul khamsah.
Contoh:
Dibaca rafa’ Dibaca nashab Dibaca jarr
أبٌ أبُوْ شُجاعٍ أبا شُجاعٍ أبِيْ شُجاعٍ
فُوْ فُوْك فاك فِيْك
ذُوْ ذُوْ قرابةٍ ذا قرابةٍ ذِيْ قرابةٍ
LATIHAN
1. Bacalah teks berikut ini dengan benar, kemudian terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan sebutkan i’rab kata yang diberi garis bawahnya!
حفظ محمدٌ الدرس// أحمدُ في البيتِ// يحفظ محمودٌ الوضوء// الركبتان كبيرتان// دون القلتين// السواكُ في ثلاثةٍ أشدُّ استحبابًا// وغسلُ اليدين إلى المرفقين// تختص النساءُ بالحيضِ// الصلواتُ المفروضةُ واجبةٌ على مسلمٍ// المدرّسان الجميلان مجتهدان في الاعتكافِ// استعمالُ أواني الذهبِ والفضةِ حرامٌ// الحيضُ دمٌ خارجٌ من فرجِ المرأةِ البالغةِ// أبو شُجاعٍ مصنّفُ كتابِ التقريبِ// سيّارةُ أبيك جديدةٌ// رافق حامدٌ أخاه في أداءِ فريضةِ الحجِّ//
2. Isilah kolom-kolom di bawah ini!
Kata Dibaca rafa’ contoh Dibaca nashab contoh Dibaca jarr contoh
Isim mufrad

Isim Mutsanna

Jama’
mudzakkar salim
Jama’
mu`annats salim
Jama’ taksir





Metode 33 Pelajaran 8

PELAJARAN 8
ISIM-ISIM YANG DIBACA JARR, IDHAFAH DAN ZHARAF
KOSAKATA:
كـ، ثواب، كثير، محسن، فقه، تقسيم، أربعة، عظم، ميتة، نجس، نوم، إمام، مأموم، أمام، بعد، عشاء، غسل، دباغ، رجل، كعب، بول، غائط، غروب، شمس، رب، عالِم، كل، ركعة، عند، قيام، مسح، أُذُن
KAIDAH:
12.a.Jika ada isim didahului oleh salah satu huruf jarr maka isim itu dibaca jarr. Huruf-huruf jarr antara lain: مِنْ, إِلى, عنْ, على, فِيْ, بِـ, كـ, dan لِـ.
Contoh:
1. مِن التّقْسِيْماتِ 3. عنِ الْإِسْلامِ 5. فِيْ الْفِقْهِ 7. كالْمُحْسِنِيْن
2. إِلى الْمِرْفقيْنِ 4. على الْمُتعلِّمِ 6. بِماءٍ 8. لِلثّوابِ
Dalam tata bahasa Arab susunan ini disebut dengan susunan jarr + majrur. Huruf jarr disebut jarr dan isim yang didahului oleh huruf jarr disebut majrur. Jadi pada susunan فِيْ الْفِقْهِ misalnya, فِيْ adalah jarr dan الْفِقْهِ adalah majrur.
12.b. Susunan jarr + majrur dapat berstatus sebagai khabar. Dalam keadaan seperti ini i’rabnya jarr + majrur sesuai statusnya sebagai jarr dan majrur.
Contoh: الْولدُ فِيْ الْمسْجِدِ (anak (itu) di dalam masjid).
Kata الْولدُ adalah mubtada` dan susunan فِيْ الْمسْجِدِ adalah khabar yang terdiri dari jarr + majrur.
Khabar yang terdiri dari jarr + majrur bisa saja didahulukan daripada mubtada`nya.
Contoh: فِيْ الْمسْجِدِ ولدٌ (di masjid ada seorang anak).
Susunan kata فِيْ الْمسْجِدِ adalah khabar yang didahulukan dan kata ولدٌ adalah mubtada` yang diakhirkan daripada khabarnya.
13. Selain didahului oleh huruf jarr, isim bisa dibaca jarr apabila isim itu dalam sebuah gabungan makna yang biasa disebut idhafah.
Idhafah adalah susunan dua kata atau lebih yang membentuk satu gabungan makna yang tidak terpisahkan.
Contoh: ماءُ الْبِئْرِ (air sumur).
Kata ماءُ adalah mudhaf dan kata الْبِئْرِ adalah mudhaf ilaih.
Isim yang berstatus sebagai mudhaf kedudukan i’rabnya tergantung statusnya di dalam kalimat, sedangkan isim yang berstatus sebagai mudhaf ilaih selalu dibaca jarr.
Contoh:
a. عظْمُ الْميْتةِ نجِسٌ (tulang bangkai itu najis);
b. الْمِياهُ على أرْبعةِ أقْسامٍ (air ada empat bagian).
Susunan عظْمُ الْميْتةِ merupakan susunan idhafah, عظْمُ adalah mudhaf dan الْميْتةِ adalah mudhaf ilaih yang selalu dibaca jarr. Karena kata عظْمُ berstatus sebagai mubtada` maka kata ini dibaca rafa’.
Lain halnya dengan susunan أرْبعةِ أقْسامٍ yang juga merupakan susunan idhafah, kata أرْبعةِmudhaf, dan kata أقْسامٍ mudhaf ilaih. Karena kata أرْبعةِ jatuh setelah huruf jarr, maka kata ini harus dibaca jarr.
Catatan:
Kata yang berstatus sebagai mudhaf tidak ada tanwinnya dan tidak ada kata sandang ال.
14. Ada susunan idhafah yang hampir serupa dengan susunan jarr+majrur, yaitu zharaf.
Zharaf ada dua, yaitu zharaf zaman (keterangan waktu) dan zharaf makan (keterangan tempat).
Ketika zharaf yang terdiri dari susunan idhafah itu berstatus sebagai khabar, maka zharaf tidak dibaca rafa’, akan tetapi selalu difathah. Tidak seperti yang terjadi pada susunan idhafah selain zharaf.
Contoh:
Zharaf zaman Zharaf makan
النّوْمُ بعْد العِشاءِ
Tidur (itu) sesudah isya` الإِمامُ أمام الْمأْمُوْمِ
Imam (itu) di depan makmum
Kata النوم dan kata الإمام pada contoh di atas adalah mubtada`, dan susunan kata بعد العشاء dan أمام الإمام adalah zharaf yang terdiri dari susunan idhafah. Susunan idhafah ini berstatus sebagai khabar.
Zharaf yang menjadi khabar juga bisa didahulukan dari mubtada`nya. Kasusnya sama dengan kasus khabar yang terdiri dari jarr + majrur. Contoh:
Zharaf zaman Zharaf makan
بعْد النّوْمِ غُسْلٌ
Setelah tidur mandi أمام الْمأْمُوْمِ إِمامٌ
di depan makmum ada seorang imam
Susunan kata بعْد النّوْمِ adalah khabar yang didahulukan daripada mubtada`nya dan terdiri dari susunan idhafah dari zharaf, dan kata غُسْلٌ adalah mubtada` yang diakhirkan daripada khabarnya.
LATIHAN
1. Sebutkan huruf-huruf jarr yang kau hafal!
2. Apa yang dimaksud dengan idhafah itu? Susunan idhafah terdiri dari apa saja?
3. Apa zharaf itu? Ada berapa zharaf itu? Sebutkan!
4. Bacalah teks berikut ini dengan benar! (terutama perhatikan cara membaca akhir kata dari setiap kata yang ada) kemudian terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia!
الولد المجتهد في البيت الجديد// غسل اليدين إلى المرفقين// وجلود الميتة طاهرة بالدباغ// غسل الرجلين إلى الكعبين// الاستنجاء واجب من البول والغائط// في الماء الراكد// المياه على أربعة أقسام// للثواب الكثير// إلى غروب الشمس// الاستنجاء بثلاثة أحجار// الحمد للّه رب العالمين// عند القيام من النوم// عند القيام إلى الصلاة// مسح الأذنين بماء جديد// يقرأ أحمد القرآن في البيت الكبير// في كل ركعة قيامان// للاعتكاف شرطان//
5. Carilah isim yang dibaca jarr lalu sebutkan apa yang membuat dia dibaca jarr!
6. Sebutkan status masing-masing kata dari teks di atas dan sebutkan tanda i’rabnya!


Metode 33 Pelajaran 6

PELAJARAN 6
I’RABNYA ISIM: RAFA’ DAN NASHAB
KOSAKATA:
مضمضة، استعمال، إناء، ذهبٌ، فضة، حرام، دون، قلّة
KAIDAH:
10. Ada perbedaan lain antara susunan jumlah ismiyyah dengan susunan man’ut + na’at. Pada jumlah ismiyyah, mubtada` dan khabar selalu dibaca rafa’, sementara susunan man’ut + na’at, i’rabnya tergantung pada status man’utnya.
11.a.I’rab adalah perubahan akhir kata karena perbedaan ‘amil-‘amil yang masuk kepada kata itu.
11.b.Dalam kaidah bahasa Arab, i’rabnya isim itu ada tiga, yaitu rafa’, nashab dan jarr.
Isim, jika dia berstatus sebagai mubtada` atau khabar maka dibaca rafa’. Dalam hal ini perlu dilihat akhir katanya.
Apabila isim itu mufrad (baik mudzakkar maupun mu`annats), jama’ taksir atau jama’ mu`annats salim, maka, dalam statusnya sebagai mubtada` atau khabar, huruf terakhirnya didhammah (dengan tanwin atau tanpa tanwin).
Contoh:
1. الْبِئْرُ عمِيْقٌ 3. الْبُيُوْتُ جدِيْدةٌ 5. الْمُدرِّساتُ مُجْتهِداتٌ
2. الرُّكْبةُ كبِيْرةٌ 4. الرِّجالُ جمِيْلُوْن
Apabila isim itu mutsanna (baik mudzakkar maupun mu`annats) maka tambahan akhir katanya dengan alif dan nun. Para ahli tata bahasa Arab menyebutkan bahwa tanda rafa’nya adalah alif.
Contoh:
1. الطّالِبانِ جدِيْدانِ 2. الطّالِبتانِ جدِيْدتانِ
Sementara apabila isim itu berupa jama’ mudzakkar salim maka tambahan akhir katanya adalah waw dan nun.
Contoh: الْمُدرِّسُوْن مُجْتهِدُوْن
11.c.Sementara isim-isim itu jika dibaca nashab maka huruf terakhir dari isim mufrad (baik mudzakkar maupun mu`annats) atau jama’ taksir itu difathah. Contoh: عمِيْقًا، كبِيْرةً، رِجالا; Huruf terakhir jama’ mu`annats salim dikasrah. Contoh: مُجْتهِداتٍ; Alif dan nun tambahan dari isim mutsanna berubah menjadi ya` dan nun, Contoh: جدِيْديْنِ، جدِيْدتيْنِ; dan waw dan nun tambahan jama’ mudzakkar salim berubah menjadi ya` dan nun, dan huruf sebelum ya` dikasrah. Contoh: مُجْتهِدِيْن.
Untuk status isim yang dibaca nashab akan dijelaskan kemudian.
LATIHAN
1. Apa i’rab itu? I’rabnya isim ada berapa? Sebutkan!
2. Bacalah teks berikut ini lalu terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia!
الطاولاتُ الجديدةُ في البيوتِ الكبيرةِ
الصلواتُ المفروضةُ واجبةٌ على مسلمٍ
يحفظ محمودٌ الوضوء
المدرّسان الجميلان مجتهدان في الاعتكافِ
هذا مسجدٌ جديدٌ
المضمضةُ سنةٌ في الوضوءِ
يقرأ الطلابُ الكتب
الصلاةُ واجبةٌ
المدرسون الماهرون حاضرون
استعمالُ أواني الذهبِ والفضةِ حرامٌ
الحيضُ دمٌ خارجٌ من فرجِ المرأةِ البالغة
حفظ محمدٌ الدرسين

3. Sebutkan i’rab kata yang dicetak tebal!

Metode 33 Pelajaran 5

PELAJARAN 5
JUMLAH ISMIYYAH DIBERI NA’AT
KOSAKATA:
ولد، قارئ، مطلق، فرج، قراءة، شجرة، تراب، نفاس، عقب، ولادة، مثمر، أجنبي، مطهر، مشمس، مكروه، مستعمل، سواك، حيض، دم، خارج، راكد، بالغ
KAIDAH:
8. Kesesuaian antara man’ut + na’at dalam hal ma’rifah dan nakirahnya jangan dipahami pada ada tidaknya kata sandang ال, akan tetapi jika man’ut ma’rifah, walaupun tanpa kata sandang ال, maka na’at harus juga ma’rifah.
Contoh: مُحمّدٌ الْعالِمُ (Muhammad yang berilmu itu).
Kata مُحمّدٌ adalah isim ma’rifah, karena dia nama orang, oleh karena itu disifati oleh na’at isim ma’rifah juga, isim ini menggunakan kata sandang ال, yaitu kata الْعالِمُ.
9. Susunan mubtada` + khabar bisa saja keduanya atau salah satunya disifati dengan na’at. Dengan demikian, pola kalimatnya bisa menjadi sebagai berikut:



مُحمَّدٌ الْماهِرُ حاضِرٌ

مبتدأ منعوت : (a) مُحمَّدٌ Muhammad

نعت : (a) الْماهِرُ yang mahir (itu)

خبر : (a) حاضِرٌ datang



الْولدُ طالِبٌ ماهِرٌ

مبتدأ : (b) الْولدُ Anak (itu)

خبر منعوت : (b) طالِبٌ santri

نعت : (b) ماهِرٌ yang mahir



مُحمَّدٌ الْقارِئُ طالِبٌ ماهِرٌ

مبتدأ منعوت : (c) مُحمَّدٌ Muhammad

نعت : (c) الْقارِئُ yang membaca (itu)

خبر منعوت : (c) طالِبٌ santri

نعت : (c) ماهِرٌ yang mahir



الْولدُ طالِبٌ ماهِرٌ مُطِيْعٌ

مبتدأ : (d) الْولدُ Anak (itu)

خبر منعوت : (d) طالِبٌ santri

نعت : (d) ماهِرٌ yang mahir

نعت : (d) مُطِيْعٌ yang taat



الْولدُ الْقارِئُ الْماهِرُ طالِبٌ

مبتدأ منعوت : (e) الْولدُ Anak

نعت : (e) الْقارِئُ yang membaca

نعت : (e) الْماهِرُ yang mahir (itu)

خبر : (e) طالِبٌ santri



مُحمَّدٌ الْقارِئُ الْماهِرُ طالِبٌ مُجْتهِدٌ

مبتدأ منعوت : (f) مُحمَّدٌ Muhammad

نعت : (f) الْقارِئُ yang membaca

نعت : (f) الْماهِرُ yang mahir (itu)

خبر منعوت : (f) طالِبٌ santri

نعت : (f) مُجْتهِدٌ yang rajin



Dan seterusnya.



LATIHAN
1. Bacalah teks berikut ini, terjemahkan, lalu sebutkan status setiap kata yang ada!
السواك مستحب// الماء المستعمل طاهر// الماء المطلق طاهر مطهر// الماء المشمس طاهر مطهر مكروه// الطالبان المجتهدان قارئان// الطالبان مجتهدان في القراءة// المدرّسون الماهرون حاضرون// أحمد العالم مدرّس ماهر// الحيض دم خارج من فرج المرأة البالغة//
2. Kalimat-kalimat berikut ini salah. Coba betulkan dan berikan alasannya, kemudian terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia!
الماء الراكدان// الشجرة المثمر// المرأة الأجنبيتان// والتراب الطاهرون// والاستنجاء واجبان// الماء المستعملة طاهران// المؤمنون الصالحان حاضرة// الماء المشمسة طاهر مطهرة مكروهات// والنفاس هو الدم الخارجان عقب الولادة//



Diambil dari Buku CARA CEPAT BISA BACA KITAB; METODE 33 karya HM Habib A Syakur

Metode 33 Pelajaran 4

PELAJARAN 4
NA’AT DAN MAN’UT, ISIM MA’RIFAH DAN NAKIRAH, SERTA PERBANDINGAN ANTARA JUMLAH ISMIYYAH DAN TARKIB WASHFI (MAN’UT + NA’AT)
KOSAKATA:
مسلم، مؤمن، مكة
KAIDAH:
6. Jika pada susunan jumlah ismiyyah (mubtada` + khabar) harus ada kesesuaian dalam hal jenis dan jumlahnya, maka ada susunan lain yang hampir sama dengan jumlah ismiyyah, yaitu susunan man’ut + na’at (man’ut = yang disifati, na’at = sifat), hanya saja pada susunan man’ut + na’at ini kesesuaian antara keduanya ditambah dalam hal ma’rifah dan nakirahnya.
7. Isim ma’rifah adalah isim yang maknanya sudah tertentu. Sedangkan isim nakirah adalah isim yang maknanya masih umum.
Ada beberapa isim ma’rifah, antara lain adalah nama (orang/kota dll.).
Contoh: مُحمّدٌ، مكّةُ.
Isim nakirah bisa dijadikan isim ma’rifah dengan cara menambahkan kata sandang alif dan lam (ال) di depannya.
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada contoh berikut:

Isim Nakirah بيْتٌ sebuah rumah بِئْرٌ sebuah sumur

Isim Ma’rifah dengan kata sandang alif dan lam البيْتُ rumah (itu) البِئْرُ sumur (itu)



Untuk membuat susunan man’ut + na’at dibandingkan dengan jumlah ismiyyah (mubtada` + khabar) sebagaimana dijelaskan pada kaidah 6 di atas dapat dilihat pada tabel berikut ini:

jumlah ismiyyah (mubtada` + khabar) الْبِئْرُ عمِيْقٌ sumur (itu) dalam

susunan man’ut + na’at dari isim nakirah بِئْرٌ عمِيْقٌ sebuah sumur yang dalam

susunan man’ut + na’at dari isim ma’rifah الْبِئْرُ الْعمِيْقُ sumur yang dalam (itu)

jumlah ismiyyah (mubtada` + khabar) الرُّكْبةُ كبِيْرةٌ lutut (itu) besar

susunan man’ut + na’at dari isim nakirah رُكْبةٌ كبِيْرةٌ sebuah lutut yang besar

susunan man’ut + na’at dari isim ma’rifah الرُّكْبةُ الْكبِيْرةُ lutut yang besar (itu)

jumlah ismiyyah (mubtada` + khabar) الطّالِبانِ جدِيْدانِ dua orang santri lk (itu) baru

susunan man’ut + na’at dari isim nakirah طالِبانِ جدِيْدانِ dua orang santri lk yang baru

susunan man’ut + na’at dari isim ma’rifah الطّالِبانِ الْجدِيْدانِ dua orang santri lk yang baru (itu)

jumlah ismiyyah (mubtada` + khabar) الطّالِبتانِ جدِيْدتانِ dua orang santri pr (itu) baru

susunan man’ut + na’at dari isim nakirah طالِبتانِ جدِيْدتانِ dua orang santri pr yang baru

susunan man’ut + na’at dari isim ma’rifah الطّالِبتانِ الْجدِيْدتانِ dua orang santri pr yang baru (itu)

jumlah ismiyyah (mubtada` + khabar) الْمُدرِّسُوْن مُجْتهِدُوْنَ guru-guru lk (itu) rajin-rajin

susunan man’ut + na’at dari isim nakirah مُدرِّسُوْن مُجْتهِدُوْنَ guru-guru lk yang rajin-rajin

susunan man’ut + na’at dari isim ma’rifah الْمُدرِّسُوْن الْمُجْتهِدُوْن َ guru-guru lk yang rajin-rajin (itu)

jumlah ismiyyah (mubtada` + khabar) الْمُدرِّساتُ مُجْتهِداتٌ guru-guru pr (itu) rajin-rajin

susunan man’ut + na’at dari isim nakirah مُدرِّساتٌ مُجْتهِداتٌ guru-guru pr yang rajin-rajin

susunan man’ut + na’at dari isim ma’rifah الْمُدرِّساتُ الْمُجْتهِداتُ guru-guru pr yang rajin-rajin (itu)

jumlah ismiyyah (mubtada` + khabar) الرِّجالُ صالِحُوْن orang-orang lk (itu) saleh

susunan man’ut + na’at dari isim nakirah رِجالٌ صالِحُوْن orang-orang lk yang saleh

susunan man’ut + na’at dari isim ma’rifah الرِّجالُ الصّالِحُوْن orang-orang lk yang saleh (itu)

jumlah ismiyyah (mubtada` + khabar) النِّساءُ صالِحاتٌ orang-orang pr (itu) saleh

susunan man’ut + na’at dari isim nakirah نِساءٌ صالِحاتٌ orang-orang pr yang saleh

susunan man’ut + na’at dari isim ma’rifah النِّساءُ الصّالِحاتُ orang-orang pr yang saleh (itu)

jumlah ismiyyah (mubtada` + khabar) الآبارُ عمِيْقةٌ sumur-sumur (itu) dalam

susunan man’ut + na’at dari isim nakirah آبارٌ عمِيْقةٌ sumur-sumur yang dalam

susunan man’ut + na’at dari isim ma’rifah الآبارُ الْعمِيْقةُ sumur-sumur yang dalam (itu)

jumlah ismiyyah (mubtada` + khabar) أحْمدُ مُدرِّسٌ Ahmad (itu) seorang guru

susunan man’ut + na’at dari isim ma’rifah أحْمدُ الْمُدرِّسُ Ahmad (yang menjadi) guru (itu)




LATIHAN
1. Apa isim nakirah dan apa isim ma’rifah itu?
2. Sebutkan perbedaan pola kalimat mubtada`+khabar dengan pola susunan man’ut+na’at!
3. Bacalah teks berikut ini, terjemahkan, kemudian sebutkan mana yang terdiri dari pola kalimat mubtada`+khabar dan mana yang terdiri dari pola susunan man’ut+na’at!
الصلوات المفروضة// الاعتكاف مستحبّ// الاستنجاء واجب// البيتان الكبيران// مسلمون صالحون//المؤمنتان الحافظتان// الطالبان جديدان// طالبات جديدات// البئر عميق// الركبتان كبيرتان// المتعلمون مجتهدون// المدرسان الصالحان// مرأة متعلمة// طالبان مجتهدان// الماء طاهر// البيوت جديدة// المياه طاهرة// دروس سهلة// النساء المسلمات// آبار عميقة// الكتب جميلة// الرجال المؤمنون//
4. Apa na’at dan apa man’ut itu?
5. Bagaimana cara membuat isim nakirah menjadi isim ma’rifah?


Diambil dari Buku CARA CEPAT BISA BACA KITAB; METODE 33 karya HM Habib A Syakur

Metode 33 Pelajaran 3

PELAJARAN 3
JAMA’ TAKSIR
KOSAKATA:
رجل، نافع، سهل، عالم، نظيف، جلد، صديق، حجر، طالب، مسجد، سنة، خصلة، موضع، فرض، أصبع، جمرة، شرط، قسم، شيء، فريضة
KAIDAH:
5.a. Jama’ yang sudah dijelaskan pada kaidah 3.b. di dalam tata bahasa Arab disebut jama’ mudzakkar salim untuk jama’ laki-laki dan jama’ mu`annats salim untuk jama’ perempuan. Jadi kata مُدرِّسُوْن adalah jama’ mudzakkar salim dan kata مُدرِّساتٌ adalah jama’ mu`annats salim.
Di dalam bahasa Arab masih ada satu jama’ lagi, yaitu jama’ taksir. Kalau jama’ mudzakkar salim akhirnya ditambah huruf waw dan nun, sementara jama’ mu`annats salim akhirnya ditambah huruf alif dan ta`, maka jama’ taksir adalah jama’ yang berubah dari bentuk mufradnya. Jama’ taksir disebut juga jamak yang tidak beraturan.
Contoh:
رجُلٌ jama’nya رِجالٌ,
كِتابٌ jama’nya كُتُبٌ.
Untuk mengetahui jama’ taksirnya suatu kata sebaiknya dihafal.
5.b. Jama’ taksir ada yang berakal dan ada yang tidak berakal. Jika tidak berakal hukumnya sama dengan mu`annats mufrad, sedangkan jika berakal, kalau mudzakkar hukumnya sama dengan jama’ mudzakkar salim dan kalau mu`annats hukumnya sama dengan jama’ mu`annats salim.
Begitu pula halnya dengan jama’ mu`annats salim, jika berakal hukumnya jama’ dan jika tidak berakal hukumnya mu`annats mufrad.
Coba lihat contoh berikut ini:
Jama’ taksir berakal dalam jumlah ismiyyah
الرِّجالُ صالِحُوْن orang-orang laki-laki (itu) saleh
النِّساءُ صالِحاتٌ
orang-orang perempuan (itu) saleh

Jama’ taksir tidak berakal dalam jumlah ismiyyah
الكُتُبُ جدِيْدةٌ buku-buku (itu) baru
الرُّكبُ كبِيْرةٌ lutut-lutut (itu) besar

LATIHAN
1. Bacalah teks berikut ini kemudian terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia!
الكتب نافعة// الطالبات مجتهدات// الدروس سهلة// المدرّسون عالمون// البيوت كبيرة// الطلّاب مجتهدون// المساجد نظيفة// المياه طاهرة// النساء صالحات// الرجال عالمون// الجلود طاهرة// الأصدقاء حاضرون// الأحجار كبيرة// السنن مستحبّة// الآبار عميقة//
2. Kalimat-kalimat berikut ini salah. Coba betulkan dan berikan alasannya, kemudian terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia!
الطالبات مجتهدة// البيوت كبيرات// الرجال عالم// السنن مستحبّ// المتعلّمون مجتهدان// المدرس ماهرون// الطالبات حافظة// الركب كبير// المياه نظيفون//
3. Hafalkan isim mufrad dan jama’ taksir berikut ini!
كِتاب ج كُتُب// درْس ج دُرُوس// بيْت ج بُيُوت// مسجِد ج مساجد// ماء ج مِياه// بِئر ج آبار// حجر ج أحْجار// سُنّة ج سُنن// جُمْرة ج جِمار// شرْط ج شُرُوط، شرائِط// قِسْم ج أقْسام// فرِيضة ج فرائِض// مرْأة ج نِساء// رجُل ج رِجال// جِلْد ج جُلُود// خصْلة ج خِصال// صديق ج أصْدِقاء// شيْء ج أشْياء// طالِب ج طُلّاب// رُكْبة ج رُكب// موْضِع ج مواضِع// فرْض ج فُرُوض// أصْبُع ج أصابِع//

Metode 33 Pelajaran 2

PELAJARAN 2
PEMBAGIAN ISIM, KESESUAIAN DALAM JUMLAH ISMIYYAH, MUBTADA` DAN KHABAR

KOSAKATA:
مدرس، مجتهد، اعتكاف، مستحب، استنجاء، متعلم، حاضر، ماء، طاهر، جديد، بئر، عميق، ركبة، طالب، مفروض، صالح، حافظ، ماهر، مرأة

KAIDAH:
3.a. Dalam bahasa Arab isim dilihat dari jenisnya ada dua, yaitu:
a. mudzakkar (laki-laki). Contoh: مُدرِّس (guru lk)
b. mu`annats (perempuan). Contoh: مُدرِّسة (guru pr)
Isim mudzakkar biasanya tidak ada ta` marbuthah (ة)nya. Sedangkan isim mu`annats biasanya memakai ta` marbuthah (ة)

3.b. Isim dilihat dari jumlahnya ada tiga, yaitu:
a. mufrad (tunggal/satu). Contoh: مُدرِّس (seorang guru lk)
b. mutsanna (dual/dua). Contoh: مُدرِّسانِ (dua orang guru lk)
c. jama’ (jamak/banyak). Contoh: مُدرِّسُوْن (guru-guru lk)
Dengan demikian pembagian isim seperti di atas dapat disederhanakan sebagai berikut:

Mufrad Mudzakkar مُدرِّس (seorang guru lk)
Mutsanna Mudzakkar مُدرِّسانِ (dua orang guru lk)
Jama’ Mudzakkar مُدرِّسُوْن (guru-guru lk)
Mufrad Mu`annats مُدرِّسة (seorang guru pr)
Mutsanna Mu`annats مُدرِّستانِ (dua orang guru pr)
Jama’ Mu`annats مُدرِّساتٌ (guru-guru pr)

Catatan:
Perhatikan cara membuat isim mufrad menjadi mutsanna dan jama’ di bawah ini:
1. Untuk membuat isim mutsanna yaitu dengan menambahkan alif dan nun di akhir kata, baik mudzakkar maupun mu`annats. Contoh: مُدرِّس menjadi مُدرِّسانِ
2. Untuk membuat jama’ mudzakkar yaitu dengan menambahkan waw dan nun di akhir kata. Contoh: مُدرِّس menjadi مُدرِّسُوْن
3. Untuk membuat jama’ mu`annats yaitu dengan menghilangkan ta` marbuthah (ة) pada isim mufrad mu`annatsnya lalu menambahkan alif (ا) dan ta` majrurah (ت) di akhir kata. Contoh: مُدرِّسة menjadi مُدرِّساتٌ

4.a. Jumlah Ismiyyah minimal terdiri dari dua komponen pokok, yaitu mubtada` (subyek) dan khabar (predikat). Mubtada` biasanya ada di depan dan khabar biasanya berada setelahnya. Contoh: الْمُدرِّسُ مُجْتهِدٌ(Guru (itu) rajin).
الْمُدرِّسُ adalah mubtada`, sedangkan مُجْتهِدٌ adalah khabar.

4.b. Antara mubtada` dan khabar harus ada kesesuaian dalam jenis (mudzakkar atau mu’annatsnya) dan jumlah/adad (mufrad, mutsanna atau jama’nya). Apabila disederhanakan menjadi sebagai berikut:

Mufrad Mudzakkar الْمُدرِّسُ مُجْتهِدٌ Guru lk (itu) rajin
Mutsanna Mudzakkar الْمُدرِّسانِ مُجْتهِدانِ Dua guru lk (itu) rajin
Jama’ Mudzakkar الْمُدرِّسُوْن مُجْتهِدُوْن Guru-guru lk (itu) rajin
Mufrad Mu`annats الْمُدرِّسةُ مُجْتهِدةٌ Guru pr (itu) rajin
Mutsanna Mu`annats الْمُدرِّستانِ مُجْتهِدتانِ Dua guru pr (itu) rajin
Jama’Mu`annats الْمُدرِّساتُ مُجْتهِداتٌ Guru-guru pr (itu) rajin


LATIHAN
1. Bacalah teks berikut ini kemudian terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia!
الماء طاهر// المتعلمون جديدون// الطهارة واجبة// المدرسان حاضران// الاستنجاء واجب// الاعتكاف مستحبّ// المتعلمتان مجتهدتان// قرأ المتعلمان القرآن// المدرسات جميلات// يحفظ المتعلم الدرس// الطاولة جديدة// الكتاب على الطاولة//
2. Sebutkan mana mubtada` dan khabarnya, mana mudzakkar dan mu`annatsnya, dan mana mufrad, mutsanna dan jama’nya!
3. Sebutkan nama isim-isim berikut ini!
Contoh: مدرّس = mufrad mudzakkar.
بئر// عميقان// ركبتان// كبيرون// طالبة// صلوات// مفروضة// صالحات// حافظان// ماهرون// مرأة// مُدرِّستان// مجتهدات// اعتكاف// مستحبّون// استنجاء// متعلّمان// حاضرة// ماء// طاهرتان// جديدات//
4. Kalimat-kalimat berikut ini salah. Coba betulkan dan berikan alasannya, kemudian terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia!
الطالبات جديدة// البئر عميقتان// الركبتان كبير// المتعلمون مجتهدات// الاستنجاء واجبان// المدرسان صالحتان// المرأة متعلم// الطالبان مجتهدون// الماء طاهرة//

Metode 33 Kosakata semua

DAFTAR KOSA KATA


(ا)
اِئْتمّ ـ يأْتمّ ـ اِئْتِمام (27) BERMAKMUM, MENGIKUTI
اِبْتدأ ـ يبْتدِئ (30) MEMULAI
اِبْتِغاء (32) MENGHARAP
اِثْنا عشر م اِثْنتا
عشْرة (25) DUA BELAS
اِثْنانِ م اِثْنتانِ (21) DUA
اِثْنانِ وعِشْرُوْن م اِثْنتانِ وعِشْرُوْن (25) DUA PULUH DUA
اِجْتنب ـ يجْتنِب
(18) MENJAUHI
اِجْتهد ـ يجْتهِد (22) BERSUNGGUH-SUNGGUH
اِخْتصّ ـ يخْتصّ (7) KHUSUS
اِخْتصر ـ يخْتصِر
(30) MERINGKAS, MEMBUAT IKHTISAR
اِرْتفع ـ يرْتفِع (27) NAIK
اِسْتحبّ ـ يسْتحِبّ
(30) MENYUKAI
اِسْتِحْباب (7) SUNAH, DISUNAHKAN
اِسْتِدْبار (9) MEMBELAKANGI
اِسْتدْبر ـ يسْتدْبِرُ (17) MEMBELA-KANGI
اِسْتطاع ـ يسْتطِيْع(28) BISA, MAMPU
اِسْتِعْمال (6) MENGGUNAKAN
اِسْتعْمل ـ يسْتعْمِل (30) MENGGU-NAKAN
اِسْتِقْبال (18) HAL MENGHADAP
اِسْتقْبل ـ يسْتقْبِل (13) MENGHA-DAP
استمتاع (23) BERSENANG-SENANG
اِسْتِنْجاء (2) ISTINJA’
اِسْتنْجى ـ يسْتنْجِيْ
(27) BERISTINJA’
اِسْتِنْشاق (10) MENGHISAP AIR KE HIDUNG
اِسْتنْشق ـ يسْتنْشِق (30) MENYEDOT AIR KE HIDUNG
اِسْتوى ـ يسْتوِيْ (27) SAMA, LURUS
اِسْم (1) NAMA
اِشْترك ـ يشْترِك
(12) MENGIKUTI, BERSEKUTU
اِعْتِكاف (2) I’TIKAF
اِغْتِسال ج اِغْتِسالات(25) MANDI
اِغْتسل ـ يغْتسِل (19) MANDI
اقْتصر ـ يقْتصِر (27) MERINGKAS, MEMBATASI
الآدمِيّ (18) ANAK CUCU ADAM, MANUSIA
الأصْفِهانِيّ (12) AL-ASHFIHANI (ORANG ISFAHAN)
اِلْتِقاء (13) BERTEMU
الجُمُعة (24) JUM’AT
الحمْد (1) SEGALA PUJI/PUJIAN
الرّحْمن (1) MAHA PENGASIH
الرّحِيْم (1) MAHA PENYAYANG
المعْهد الإِسْلامِيّ
(20) PONDOK PESANTREN
الْمُغْمى عليْهِ(28) YANG PINGSAN
اليوْم (22) HARI INI
اِنْبغى ـ ينْبغِيْ (28) SEBAIKNYA
اِنْقِضاء (23) HABIS
آخِر ج أواخِرُ (24) AKHIR
آل (33) KELUARGA
آمن ـ يُؤْمِنُ (22) BERIMAN
إناء ج أوانٍ/الأوانِيْ (6) BEJANA (WADHAH /jw)
أبْطل ـ يُبْطِل
(23) MEMBATALKAN
أبُوْك (7) BAPAKMU
أبْيضُ ج بِيْض (24) PUTIH
أبْيضُ م بيْضاءُ (9) PUTIH
أثْمر ـ يُثْمِر (31) BERBUAH
أجاب ـ يُجِيْب
(17) MENJAWAB, MENGABULKAN
أجْنبِيّ/ة ج أجانِبُ
(5) YANG LAIN, BUKAN MUHRIM
أحبّ ـ يُحِبّ (22) MENCINTAI
أحد عشر ألْفًا (25) SEBELAS RIBU
أحد عشر م إِحْدى عشْرة (25) SEBELAS
أحْدث ـ يُحْدِث(14) BERHADATS
أحْرم ـ يُحْرِم
(30) MELAKUKAN IHRAM, MEMAKAI PA-KAIAN IHRAM
أحْسن ـ يُحْسِن
(31) BERBUAT BAIK
أحْمرُ م حمْراءُ (9) MERAH
أخْرج ـ يُخْرِج(31) MENGELUARKAN
أخُوْك (7) SAUDARAMU
أداء (7) MELAKSANAKAN
أدْخل ـ يُدْخِل(30) MEMASUKKAN
أُذُن ج آذان (8) TELINGA
أراد ـ يُرِيْد (28) INGIN, BERKEHENDAK
أرْبعةُ آلافٍ (25) EMPAT RIBU
أرْبعة عشر م أرْبع عشْرة (25) EMPAT BELAS
أرْبعة م أربع (8) EMPAT
أرْبعُمِائةٍ (25) EMPAT RATUS
أرْبعُوْن (24) EMPAT PULUH
أرْض (29) BUMI, TANAH
أزْم (30) DIAM, TIDAK BERBICARA
أسْلم ـ يُسْلِم (28) MASUK ISLAM
أشدُّ (7) LEBIH, LEBIH KUAT, SANGAT
أصْبح – يُصْبِح (24) MENJADI
أصْبُع ج أصابِعُ (3) JARI-JARI
أصْفرُ م صفْراءُ (9) KUNING
أطْعم ـ يُطْعِم (28) MEMBERI MAKAN
أطْلق ـ يُطْلِق(31) MEMBEBASKAN, MEMUTLAKKAN
أفاق ـ يُفِيْق (28) SADAR
أفْضلُ م فُضْلى (9) LEBIH UTAMA, TERUTAMA
أفْطر ـ يُفْطِر
(28) BERBUKA PUASA, MEMBATALKAN PUASA
أقام - يُقِيْمُ (31) MUKIM
أقلُّ (21) LEBIH SEDIKIT, PALING SEDIKIT
أكْبرُ (1) MAHA BESAR
أكْرم ـ يُكْرِم (30) MEMULIAKAN
أكل ـ يأْكُلُ (13) MAKAN
ألْف (25) SERIBU
ألْفانِ (25) DUA RIBU
أُمّ ج أُمّهات (13) IBU
أمام (8) DI DEPAN
أمر ـ يأْمُر (17) MEMERINTAH
أمرّ ـ يُمِرّ (30) MENJALANKAN
أمْسِ (22) KEMARIN
أمْكن ـ يُمْكِن (24) MUNGKIN, BISA
أنْزل ـ يُنْزِل
(22) MENURUNKAN
أنْفق ـ يُنْفِق (27) MENGINFAKKAN
أنْقى ـ يُنْقِيْ
(22) MEMBERSIHKAN
أهْل الجُمُعة (24) AHLI SHALAT JUM’AT, YANG MEMENUHI SYARAT SAHNYA SHALAT JUM’AT
أهْل الميِّت KELUARGA MAYIT
أوْ (10) ATAU
أوْجب ـ يُوْجِب
(13) MEWAJIBKAN, MENGHARUSKAN
أوّل م أولى ج أوائِلُ (24) PERTAMA, PERMULAAN, AWAL
أيّ (27) MANA SAJA
أيْسرُ م يُسْرى (11) YANG KIRI
أيْضًا (20) JUGA
أيْمنُ م يُمْنى (11) YANG KANAN
إِحْرام (9) IHRAM
إِزالة (11) MENGHILANGKAN
إِطْعام (28) MEMBERI MAKAN
إِعادة (29) MENGEMBALIKAN
إِلى (8) KE, SAMPAI, KEPADA
إِمام ج أئِمّة (8) IMAM
إِمْرار (11) MENJALANKAN
إِنْزال (19) MENURUNKAN, MENGELUARKAN
إيْصال (11) MENYAMPAIKAN, MERATAKAN
(ب)
بـِ (1) DENGAN
بِئْر ج آبار (2) SUMUR
باب ج أبْواب (13) BAB, PINTU
باطِن ج بواطِن
(13) BATIN, BAGIAN DALAM
باع ـ يبِيْع (29) MENJUAL
باقٍ/الباقِي (24) TETAP, SISA/TERSISA
بالغ/ة (5) YANG BALIGH
بحْر ج بِحار (10) LAUT
بدن ج أبْدان (24) BADAN
بِرّ (27) KEBAIKAN
بِرْكة (28) KOLAM, BAK MANDI
بركة ج بركات (18) BERKAH
بسط-يبْسُط(14) MEMBEBERKAN, MEMBENTANGKAN
بشرة (11) KULIT
بطل ـ يبْطُل (14) BATAL
بعْد (8) SESUDAH
بعْض (10) SEBAGIAN
بعِيْد/ة (31) YANG JAUH
بغْدادِيّ (25) DARI BAGHDAD
بُكاء (26) MENANGIS
بلد ج بِلاد (24) NEGARA, DAERAH
بْن (12) BIN (PUTRA/ANAK)
بِنْت (19) ANAK PEREMPUAN
بنى ـ يبْنِيْ (29) MEMBANGUN, MENDASARKAN
بوْل ج أبْوال (8) AIR SENI, KEN-CING
بيْت (1) RUMAH
بين (23) ANTARA, DI ANTARA
(ت)
تباغض ـ يتباغض (29) SALING MEMBENCI
أتبِع ـ يُتْبِع (27) MENGIKUTKAN
تتابُع (24) BERKELANJUTAN, TERUS MENERUS
تخْلِيْل (9) MENYELA, MERENGGANGKAN
تُراب (5) DEBU
ترْتِيْب (10) TERTIB, URUT
تسْبِيْح ج
تسْبِيْحات (25) TASBIH
تِسْعة م تِسْع (21) SEMBILAN
تسْلِيْم ج تسْلِيْمات (25) SALAM
تسْمِية (10) MEMBACA BASMALAH
تشهُّد ج تشهُّدات (25) TASYAHUD
تطْهِيْر (12) MENYUCIKAN
تعذُّر (11) KESULITAN
تعذّر ـ يتعذّر (30) KESULITAN
تعلّم-يتعلّم-تعلُّم(20) BELAJAR
تغيّر ـ يتغيّر (12) BERUBAH
تقْدِيْم (11) MENDAHULUKAN
تقْسِيْم ج تقْسِيْمات (8) PEMBA-GIAN
تكامل ـ يتكامل (27) MENJADI SEMPURNA
تكْبِيْرة الْإِحْرام (25) TAKBIRATUL IHRAM
تكْبِيْرة ج تكْبِيْرات (25) TAKBIR
تكلّم ـ يتكلّمُ ـ تكلُّم (22) BERBICARA
تلبُّس (24) MELAKSANAKAN
تمكّن ـ يتمكّن (31) KOKOH, TIDAK BERGERAK
توْبة (17) TAUBAT
تولّد – يتولّد (12) LAHIR
تيمُّم (10) TAYAMMUM
تيمّم ـ يتيمّم(29) BERTAYAMMUM
(ث)
ثابِت/ة (31) YANG TETAP, TIDAK GOYAH
ثلاثةُ آلافٍ (25) TIGA RIBU
ثلاثة عشر م ثلاث عشْرة (25) TIGA BELAS
ثلاثة م ثلاث (7) TIGA
ثلاثة وعِشْرُوْن م ثلاث وعِشْرُوْن(25) DUA PULUH TIGA
ثلاثُمِائةٍ (25) TIGA RATUS
ثلاثُوْن (25) TIGA PULUH
ثُمّ (10) KEMUDIAN
ثمانِية م ثمانٍ/ثمانِيْ(25) DELAPAN
ثواب (8) PAHALA
ثوْب ج أثْواب (24) PAKAIAN
(ج)
جِئْتُ (27) SAYA DATANG
جاء ـ يجِيْء (27) DATANG
جائِز (9) BOLEH
جاز ـ يجُوْز (12) BOLEH
جافى ـ يُجافِيْ
(19) MERENGGANGKAN
جالِس/ة (10) YANG DUDUK
جاهِل (28) ORANG BODOH
جبِيْرة ج جبائِرُ (19) PERBAN
جدِيْد/ة (2) BARU
جراد (26) BELALANG
جرى ـ يجْرِيْ (28) MENGALIR, LARI
جسد (11) JASAD, BADAN
جصّ (28) KAPUR
جصّص ـ يُجصِّص(29) MELEPA, MELABUR
جِلْد ج جُلُوْد (3) KULIT
جلس ـ يجْلِس (14) DUDUK
جُلُوْس (30) HAL DUDUK
جماعة (22) BERJAMA’AH
جُمْرة ج جِمار (3) JUMRAH
جمع ـ يجْمع
(27) MENGUMPUL-KAN, MENJAMA’
جُمْلة ج جُمل (25) JUMLAH, SEJUMLAH, SEKALIGUS
جمِيْع (10) SEMUA, KE-SELURUHAN
جمِيْل/ة (1) YANG BAGUS, CANTIK, INDAH
جنْب (19) LAMBUNG
جُنُب (21) ORANG JUNUB
جهر ـ يجْهر (14) MENGERASKAN
جيْب (26) SAKU
(ح)
حائِل (26) PENGHALANG
حاض ـ يحِيْض (21) HAID
حاضِر/ة (2) HADIR, MUKIM
حافظ/ة (2) YANG HAFAL
حال (10) KEADAAN
حامِل ج حوامِل(28) ORANG HAMIL
حجّ (7) HAJI
حجر ج أحْجار (3) BATU
حُرّ/ة (27) ORANG MERDEKA
حرام (6) YANG HARAM
حرُم ـ يحرُم (13) HARAM
حسن/ة (31) YANG BAGUS, BAIK
حصر ـ يحصُر(14) MEMBATASI
حضر ـ يحْضُر (26) HADIR
حضْرة (19) DI HADAPAN
حِفْظ (12) HAFALAN
حفِظ ـ يحْفظُ (1) MENGHAFAL
حلّ ـ يحُلّ (14) MENEMPATI, TERDAPAT
حلقة (18) LINGKARAN
حمِد ـ يحْمد (14) MEMUJI
حمل ـ يحْمِل (16) MEMBAWA
حمُوْك (7) PAMANMU
حيْض (5) HAID
حيوان ج حيوانات(12) HEWAN
(خ)
خارج/ة (5) YANG KELUAR
خاف ـ يخاف (28) TAKUT
خالط ـ يُخالِط (13) MENCAMPURI
خالف ـ يُخالِف
(19) BERBEDA, BERTENTANGAN
خبِيْر (24) MAHA MENGETAHUI
خِتان (13) KHITAN (ALAT KELAMIN)
خدّ ج خُدود (26) PIPI
خرج ـ يخْرُج (14) KELUAR
خشِي ـ يخْشى (28) TAKUT
خصْلة ج خِصال(3) TINGKAH, PERKARA, BAGIAN
خطب ـ يخْطُب(19) BERKHUT-BAH, PIDATO
خُطْبة (22) KHUTBAH
خطِيْب ج خُطباءُ (19) KHATIB, YANG PIDATO
خُفّ (9) SEPATU
خفض-يخفِض
(14) MENURUNKAN, MERENDAHKAN
خلْع (23) MENCOPOT
خلّل ـ يُخلِّل
(30) MENYELA-NYELAI, MERENGGANGKAN
خمْسة م خمْس (9) LIMA
خِنْزِيْر (10) BABI
خيْر (28) KEBAIKAN
(د)
دِباغ (8) PENYAMAKAN KULIT
دُبُر (18) DUBUR
دبغ ـ يدْبغ (28) MENYAMAK
دجاجة (33) AYAM
دخل ـ يدْخُل (14) MASUK
دُخُوْل (9) MASUK
درْس (1) PELAJARAN/BELAJAR
درس ـ يدْرُس (14) BELAJAR
دعا ـ يدْعُوْ (28) MENGUNDANG, BERDOA
دفن ـ يدْفِن (29) MENGUBUR
دم ج دماء (5) DARAH
دِمشْقُ (9) DAMASKUS
دُوْن (6) KURANG, BUKAN, SELAIN
(ذ)
ذرّة (28) BIJI SAWI
ذكر ـ يذْكُر (14) MENYEBUTKAN
ذلِك (17) ITU, HAL ITU
ذهبٌ (6) EMAS
ذهب ـ يذْهب (20) PERGI
ذُوْ مال (7) ORANG YANG PUNYA HARTA, HARTAWAN
(ر)
رُؤْية (23) HAL MELIHAT
رئِيْس ج رُؤساءُ (33) KETUA, KEPALA, PRESIDEN
راجِل (32) YANG JALAN KAKI
راحِم/ة (16) YANG MENYAYANGI
رافق ـ يُرافِقُ (7) MENEMANI
راكد/ة (5) YANG DIAM, TIDAK MENGALIR
رأْس (10) KEPALA
رأى ـ يرى (28) MELIHAT
ربّ ج أرْباب (8) TUHAN, YANG MENGUASAI
رُباعِيّة (24) EMPAT-EMPAT
رتّب ـ يُرتِّب (30) MENGURUTKAN, MENERTIBKAN
رجع ـ يرْجِع (21) PULANG
رِجْل (8) KAKI
رجُل ج رِجال (3) ORANG LAKI-LAKI
رحِم ـ يرْحم (16) MENGASIHI, MENYAYANGI
رحْمة (18) RAHMAT, KASIH SAYANG
رِدّة (23) MURTAD
رسُوْل ج رُسُل (24) RASUL, UTUSAN
رِضْوان (18) RIDHA
رِطْل ج أرْطال (25) KATI (NAMA UKURAN)
رغِب ـ يرْغب (14) SENANG, BENCI
رفع ـ يرْفع (14) MENGANGKAT, MENGERASKAN (SUARA)
ركِب ـ يرْكب (22) NAIK, ME-NGENDARAI
رُكْبة ج رُكب (2) LUTUT
ركْعة (8) RAKA’AT
رُكْن ج أرْكان (21) RUKUN
رُكُوْع (21) RUKU’
رُمْح (27) TOMBAK
رمضانُ (28) RAMADHAN
رمْل ج رِمال (28) PASIR
رمْيٌ (9) MELEMPAR
روْث ج أرْواث(13) TAHI, KOTORAN
روى ـ يرْوِيْ(29) MERIWAYATKAN
(ز)
زال ـ يزُوْل (27) TERGELINCIR, CONDONG
زمن ج أزْمِنة (21) MASA, WAKTU
زوال (13) TERGELINCIR, HILANG
(س)
ساتِر/ة (24) YANG MENUTUPI
سالم/ة (20) YANG SELAMAT
سأل ـ يسْأل (13) BERTANYA, MEMINTA
سبب (27) SEBAB
سبّح ـ يُسبِّح (28) BERTASBIH
سبْعة م سبْع (22) TUJUH
سبِيْل ج سُبُل (23) JALAN
سِتّة م سِتّ (9) ENAM
ستر ـ يسْتُر (14) MENUTUPI
سجد ـ يسْجُد (24) SUJUD
سجْدة ج سجدات (25) SUJUD
سُرّة (23) PUSAR (WUDEL /jw)
سطّح ـ يُسطِّح(29) MERATAKAN
سعْي (29) LARI KECIL, USAHA
سفر (10) BEPERGIAN
سكر (10) MABUK
سكْرانُ (9) YANG MABUK
سلام (18) KESELAMATAN
سلّم ـ يُسلِّم
(30) MEMBERI SALAM, MENYELAMATKAN
سماء ج سماوات(10) LANGIT
سمِع ـ يسْمع (14) MENDENGAR
سمك (26) IKAN
سُنّة (1) SUNAH
سُنّة ج سُنن (3) SUNAH
سنة ج سِنُوْن (21) TAHUN
سهُل ـ يسْهُل (12) MUDAH
سهْل/ة (3) YANG MUDAH
سهْو (24) LUPA
سِواك (5) SIWAK, GOSOK GIGI
سيارة (7) MOBIL
سيِّدنا (11) PENGHULU KITA
(ش)
شاء ـ يشاء (23) MENGHENDAKI
شباب (24) MASA MUDA
شجرة ج أشْجار (5) POHON
شرّ (28) KEJELEKAN
شرْط ج شُرُوْط، شرائِطُ (3) SYARAT
شعْر (10) RAMBUT
شفق (28) MEGA, AWAN
شقّ (26) MEROBEK
شمْس (8) MATAHARI
شمّس ـ يُشمِّس
(31) MENYINARI DENGAN MATAHARI
شهِد ـ يشْهد (24) MENYAKSIKAN, BERSAKSI
شهْر (28) BULAN
شهِيْد ج شُهداءُ (21) ORANG MATI SYAHID
شيْء ج أشْياءُ (3) SESUATU, HAL
(ص)
صابر/ة (20) YANG SABAR
صاحِب ج أصْحاب (19) PEMILIK, YANG MEMPUNYAI
صار ـ يصِيْر (24) MENJADI
صالِح/ة (2) YANG SALEH
صام ـ يصُوْم (27) PUASA
صباح (20) PAGI
صُبْح (25) SHUBUH
صبِيّ/ة (13) ANAK KECIL
صحّ ـ يصِحّ (18) SAH
صحابة (33) SAHABAT
صحْراءُ ج
صحارِيْ (9) SAHARA, PADANG PASIR
صحِيْح/ة (31) BENAR
صدقة ج صدقات (17) SEDEKAH, ZAKAT
صدِيْق ج أصْدِقاءُ (3) KAWAN
صعْب/ة (31) YANG SULIT
صغِيْر/ة (24) YANG KECIL
صفّق (17) TEPUK TANGAN, MENEPUKKAN TANGAN
صلاة ج صلوات (1) SHALAT
صلّى ـ يُصلِّيْ (12) SHALAT, MEMBERI RAHMAT
صواب (31) BENAR
صوْت ج أصْوات(19) SUARA
صِيام، صوْم (28) PUASA
(ض)
ضحِك ـ يضْحك (19) TERTAWA
ضرْب (26) PUKULAN
ضرب ـ يضْرِب (27) MEMUKUL
ضمّ ـ يضُمّ (14) MENGUMPULKAN
(ط)
طابق ـ يُطابِق(30) MENYESUAI-KAN
طالِب ج طُلاّب (3) SANTRI, MAHASISWA
طالِب/ة (2) SANTRI, MAHASISWA
طاهِر/ة (2) YANG SUCI
طاوِلة (1) MEJA
طرْح (19) MEMBUANG, MELEMPARKAN
طعام ج أطْعِمة (26) MAKANAN
طلبٌ (11) MENCARI
طلب ـ يطْلب (31) MENCARI, MEMINTA
طلع ـ يطْلُع ـ طُلُوْع(27) TERBIT, MUNCUL
طُمأْنِيْنة (21) TENANG
طهارة (1) BERSUCI
طهر ـ يطْهُر (12) SUCI
طهّر ـ يُطهِّر(29) MENSUCIKAN
طواف (21) THAWAF, KELILING
طوِيْل (28) YANG PANJANG
(ظ)
ظاهِر ج ظواهِرُ
(13) YANG LAHIR, LUAR
ظِلّ (24) BAYANG-BAYANG
ظلم ـ يظْلِم (27) ZHALIM, ANIAYA
ظُهْر (24) DZUHUR
ظهر ـ يظْهر (14) TAMPAK
(ع)
عائِد/ة (24) KEMBALI, YANG KEMBALI
عاد ـ يعُوْد (24) KEMBALI
عالم ج عالمون (8) ALAM
عالِم ج عُلماءُ (9) YANG ALIM (ULAMA`)
عالِم/ة (3) YANG ‘ALIM, PANDAI
عبْد ج عِباد (12) HAMBA
عجز ـ يعْجِز (32) APES, TIDAK MAMPU
عدد ج أعْداد (24) JUMLAH
عدم (10) TIDAK ADA
عُذْر (10) UDZUR, KESULITAN
عرفةُ (9) ARAFAH, PADANG ARAFAH
عزّى ـ يُعزِّيْ (29) TA’ZIYAH, MENGHIBUR
عِشاء (8) ISYA’
عشْرةُ آلافٍ (25) SEPULUH RIBU
عشْرة م عشْر (9) SEPULUH
عِشْرُوْن (25) DUA PULUH
عِشْرُوْن ألْفًا (25) DUA PULUH RIBU
عصا (11) TONGKAT
عصْر (32-33) ASAR, WAKTU
عصِيْر (24) PERASAN ANGGUR
عظْم (8) TULANG
عفا ـ يعْفُوْ (26) MEMAAFKAN
عقِب (5) MENGIRINGI, SETELAH
عقْل ج عُقُوْل (13) AKAL
علِم ـ يعْلم (16) MENGETAHUI
على (1) DI ATAS
عِمامة (24) SORBAN
عمّق ـ يُعمِّق(29) MENDALAMKAN, MENGEDUK
عمِل ـ يعْمل (14) BERAMAL, MELAKUKAN
عمِيْق/ة (2) YANG DALAM
عنْ (8) DARI, TENTANG
عِنب (24) ANGGUR
عِنْد (8) KETIKA, DISAMPING, PUNYA
عورة ج عورات (23) AURAT
عِيْد ج أعْياد (19) HARI RAYA
(غ)
غائِط (8) BERAK
غاب ـ يغِيْب (28) HILANG
غالِب (32-33) KEBANYAKAN
غرب ـ يغْرُب (27) TERBENAM
غُرُوْب (8) HAL TERBENAM
غُسْل (8) MANDI
غسل ـ يغسِل (13) MEMBASUH
غسْل ج غسلات (7) BASUHAN
غفُوْر (24) MAHA PENGAMPUN
غنِيّ ج أغْنِياءُ(28) ORANG KAYA
غيْب (26) GHAIB, HAL YANG GHAIB
غيْر (10) SELAIN, LAIN, BUKAN, TIDAK, TANPA
(ف)
فائِز (24) JUARA, MENANG
فتح ـ يفْتح (13) MEMBUKA
فرْج (5) ALAT KE-MALUAN
فرْض ج فُرُوْض (3) FARDHU, WAJIB, RUKUN
فرّق ـ يُفرِّق (32) MEMISAH-MISAHKAN
فِرْقة ج فِرق (32) KELOMPOK
فرِيْضة ج فرائِضُ (3) FARDHU, WAJIB, RUKUN
فصْل ج فُصُوْل (10) PASAL
فِضّة (6) PERAK
فضْل (31) KEUTAMAAN
فِعْل (24) MENGERJAKAN
فِقْه (8) FIQH
فم (30) MULUT
فهم ـ يفْهم (28) FAHAM
فُوْك (7) MULUTMU
فِيْ (1) DI, DI DALAM
(ق)
قائِم/ة (10) YANG BERDIRI
قارِئ/ة (5) YANG MEMBACA, AHLI MEMBACA
قاضٍ/ القاضِيْ(11) QADHI (HAKIM)
قال ـ يقُوْل (12) BERKATA
قام ـ يقُوْمُ (22) BERDIRI
قبْر (29) KUBUR, MAKAM
قبض ـ يقْبِض(14) MENGGENGGAM
قبْل (11) SEBELUM
قبِل ـ يقْبل (31) MENERIMA
قِبْلة (9) KIBLAT
قدْر (27) SEUKUR, UKURAN
قدّم ـ يُقدِّم(30) MENDAHULUKAN
قدم ج أقْدام (24) TELAPAK KAKI
قُدْوة (18) MENGIKUTI, BERMAKMUM
قدِيْر (23) KUASA, MAHA KUASA
قِراءة (5) MEMBACA
قرابة (7) KEKERABATAN
قرأ ـ يقْرأُ (1) MEMBACA
قرُب ـ يقْرُب (14) DEKAT
قرّب ـ يُقرِّب (30) MENDEKATKAN
قرِيْب/ة (31) DEKAT
قرْية ج قُرى (24) DESA, KAMPUNG
قسم ـ يقْسِم (14) MEMBAGI
قسّم ـ يُقسِّم(30) MEMBAGI-BAGI
قِسْم ج أقْسام (3) BAGIAN
قضى ـ يقْضِيْ ـ قضاء(28) MENG-QADHA`, MENGGANTI
قِطار ج قِطارات
(22) KERETA API
قطع ـ يقْطع (29) MEMOTONG
قُلّة (6) QULLAH (UKURAN VOLUME AIR 60X60 CM)
قلِيْل/ة (31) SEDIKIT
قمر (13) BULAN, REMBULAN
قمِيْص (24) PUTIH
قِيام (8) BERDIRI, BANGUN
قيْح (26) NANAH
(ك)
كـ (8) SEPERTI
كافِر/ة ج كافِرُوْن، كُفّار (21) ORANG KAFIR
كبّر ـ يُكبِّر (25) TAKBIR, ME-NGAGUNGKAN
كبِيْر/ة (2) BESAR
كِتاب (1) BUKU
كِتاب ج كُتُب (3) BUKU
كتابة (13) MENULIS
كتب ـ يكْتُبُ (1) MENULIS
كثّ/ة (10) TEBAL
كثُر ـ يكْثُر (14) BANYAK
كثير/ة (8) YANG BANYAK
كُرْسِيّ ج كراسِيُّ (21) KURSI
كرِه ـ يكْره (31) BENCI
كرِيْم/ة (31) MULIA
كعْب (8) MATA KAKI
كفّ (10) TELAPAK TANGAN
كفّارة (28) KAFARAH, MELEBUR
كفر ـ يكْفُر (14) KUFUR, INGKAR
كفّن ـ يُكفِّن (24) MENGKAFANI
كُلّ (8) SEMUA, SETIAP
كلْب (10) ANJING
كلّم ـ يُكلِّم (32) BERBICARA
(ل)
لـِ (1) UNTUK, BAGI, MILIK
لُبْث (21) DIAM, MENETAP
لحْم ج لُحُوْم (27) DAGING
لِحْية (10) JENGGOT
لطِيْف/ة (12) MAHA LEMBUT
لكِنّ (24) TETAPI
لـمْس (26) MEMEGANG
ليْس (24) TIDAK ADA
ليل/ة ج ليالٍ/ الليالِيْ (18) MALAM
(م)
مُؤدٍّ/المُؤدِّيْ
م مُؤدِّية (24) YANG MELAKSANAKAN, MELAKSANAKAN PADA WAKTUNYA
مُؤْمِن/ة (4) MUKMIN, YANG BERIMAN
ما دام (24) SELAMA
ما زال (24) SELALU, MASIH
ماء ج مِياه (2) AIR
مِائة (25) SERATUS
مِائةُ ألْفٍ (25) SERATUS RIBU
مِائتانِ (25) DUA RATUS
مائِع (26) YANG CAIR
مات ـ يمُوْت (28) MATI
مال ج أمْوال (28) HARTA
ماهر/ة (2) YANG MAHIR
مأْمُوْم (8) MAKMUM
مُباراة ج مُباريات
(12) PERLOM-BAAN
مُبْتدِئ/ة (21) PEMULA
مُتتابِع (28) BERTURUT-TURUT, BERIRINGAN
مُتعلِّم/ة (2) PELAJAR
مُتغيِّر/ة (23) YANG BERUBAH
مُتّقٍ/الْمُتّقِيْ م مُتّقِية (28) ORANG YANG TAQWA
مُتمكِّن/ة
(26) YANG TETAP, TIDAK BERUBAH, TIDAK BERPINDAH-PINDAH
متْن ج مُتُوْن (12) MATAN
مُتوضِّئ/ة (13) ORANG YANG WUDHU
مِثْقال (28) MITSQAL (UKURAN BERAT)
مِثْل (24) SEPERTI, MISAL, SEMISAL
مُثْمِر/ة (5) YANG BERBUAH
مجْتهِد/ة (2) YANG RAJIN
مجْنُوْن ج مجانِيْنُ(28) YANG GILA
مُحْدِث/ة (21) YANG BERHADAS
مُحْسِن/ة (8) YANG BERBUAT BAIK
محلّ (22) TEMPAT
مُخْتصر (13) RINGKASAN
مُدّ (28) MUD (UKURAN)
مُدّة (23) WAKTU
مُدرِّس/ة (2) GURU
مدْرسة (20) SEKOLAH, SEKOLAHAN
مدْعُوّ (11) YANG DIUNDANG, YANG DIPANGGIL
مدِيْنة (29) KOTA, KOTA MADINAH
مذْهب (11) MADZHAB
مُراهِق/ة (27) MURAHIQ (ANAK BELUM TAMYIZ)
مرْأة ج نِساء (2) ORANG PEREMPUAN
مرض (10) SAKIT
مرْضاة (32) RIDHA
مُرْضِع ج مُرْضِعات(28) ORANG YANG MENYUSUI
مِرْفق (7) SIKU (TANGAN)
مرِيْض ج مرْضى (28) YANG SAKIT
مسّ (18) MENYENTUH
مُسافِر/ة (14) MUSAFIR, YANG BEPERGIAN
مسْألة ج مسائِلُ (16) MASALAH, HAL
مُسْتحبّ/ة (2) YANG DISUKAI, DISUNAHKAN
مُسْتعْمل (5) YANG MUSTA’MAL, SUDAH DIGUNAKAN
مسْجِد ج مساجِدُ (1) MASJID
مسْح (8) USAPAN
مسح ـ يمْسح (13) MENGUSAP
مِسْكِيْن (28) ORANG MISKIN
مُسْلِم/ة (4) YANG BERAGAMA ISLAN
مسْنُوْن/ة (28) YANG DISU-NAHKAN
مُشمّس (5) YANG TERKENA SINAR MATAHARI
مشي (24) BERJALAN
مُصْحف ج مصاحِفُ(21) MUSHAF AL-QUR’AN
مِصْر (24) KOTA, YANG DITEMPATI, YANG BERPENDUDUK
مُصلٍّ/المُصلِّيْ م مُصلِّية (24) ORANG YANG MELAKSANAKAN SHALAT
مُصنِّف/ة (7) PENGARANG KITAB
مُضْطجِع/ة (32) YANG TIDUR MIRING
مضْمضة (6) BERKUMUR
مطر ج أمْطار (27) HUJAN
مُطْلق/ة (5) YANG MUTLAK
مُطهِّر (5) YANG MENYUCIKAN
معْركة ج معارِكُ (21) PERANG
مُعلِّم/ة (24) GURU
معْهد ج معاهِدُ (20) LEMBAGA, INSTITUSI
مفْرُوْض/ة (2) DIWAJIBKAN
مُقِيْم/ة (14) MUKIM
مكّةُ (4) MEKKAH
مكْرُوْه (5) MAKRUH
ملْبس ج ملابسُ (13) PAKAIAN
مِلْك (29) MILIK, KEPEMILIKAN
مُمْتِع/ة (33) YANG ELOK, ENAK DIDENGAR
مِنْ (1) DARI
منافق/ة (28) YANG MUNAFIK
مِنْبر ج منابِر (19) MIMBAR
منِيّ (19) MANI, SPERMA
مُوالاة (10) BERTURUT-TURUT
موْت (23) MATI
موْز (13) PISANG
موْضِع ج مواضِعُ (3) TEMPAT
ميِّت/ة ج موْتى (24) MAYIT
ميْتة (8) BANGKAI
(ن)
نائم (24) TIDUR, YANG TIDUR
ناب ـ ينُوب (17) MENIMPA, MENGENAI, MENGGANTI
ناس (13) MANUSIA, ORANG-ORANG
نافِع/ة (3) YANG BERMANFAAT
نافِلة ج نوافِلُ (23) SHALAT SUNAH
نال ـ ينال (27) MEMPEROLEH, MENCAPAI
نام ـ ينام (29) TIDUR
نبِيّ ج أنْبِياءُ (22) NABI
نجاسة ج نجاسات (11) NAJIS
نجح ـ ينْجح (28) SUKSES
نجِس/ة (8) NAJIS
نظر ـ ينْظُر (16) MELIHAT
نظِيْف/ة (3) BERSIH
نِفاس (5) NIFAS
نفْس ج أنْفُس (28) DIRI, JIWA
نقض ـ ينْقُض(13) MERUSAKKAN, MEMBATALKAN
نهار (24) SIANG
نهْر ج أنْهار (10) SUNGAI
نوْح (26) MERATAP
نوْم (8) TIDUR
نوى ـ ينْوِيْ (27) NIAT
نِيّة ج نِيّات (10) NIAT
(هـ)
هذِهِ (22) INI
هوِي ـ يهْوى (29) MENYUKAI, MENCINTAI
هِي (11) DIA PEREMPUAN
هيْئة ج هيْئات (25) TINGKAH, SUNAH HAIAT
(و)
واجِب/ة (1) WAJIB
واحِد م واحِدة (25) SATU
واحد وثلاثُوْن م واحدة وثلاثُوْن (25) TIGA PULUH SATU
واحِد وعِشْرُوْن م واحِدة وعِشْرُوْن (25) DUA PULUH SATU
وجب ـ يجِب (28) WAJIB
وجد ـ يجِد (28) MENEMUKAN
وجْه ج وُجُوْه(10) MUKA, WAJAH
وُجُوْد (10) ADA, WUJUD
وضع ـ يضع (29) MELETAKKAN
وُضُوْء (1) WUDHU
وفّق ـ يُوفِّق (30) MEMBERI PERTOLONGAN
وفى ـ يفِيْ (29) MENEPATI
وقْت ج أوْقات (11) WAKTU
وُقُوْف (9) WUQUF
وِلادة (5) MELAHIRKAN
ولد ـ يلِد (28) MELAHIRKAN
ولد ج أوْلاد (5) ANAK
(ي)
يد ج أيْدٍ / الأيْدِيْ (7) TANGAN
يسِيْر (26) SEDIKIT, MUDAH
يوْم ج أيّام (18) HARI, SIANG


Latihan Akhir

Metode 33 Pelajaran 1

PELAJARAN 1
PEMBAGIAN KATA DAN KALIMAT
KOSAKATA:
كِتاب، الحمْد، الرّحيم، أكبر، كتب – يكْتُب، قرأ – يقْرأ، حفِظ – يحْفظ، مِنْ، فِيْ، عنْ، على، إِلى، بِـ، لِـ، اسم، درس، طهارة، واجبة، طاوِلة، بيْت، جمِيْل، وُضُوْء، سُنّة، صلاة، مسْجِد
KAIDAH:
1. Kata dalam bahasa Arab ada tiga yaitu:
a. Isim. Contoh: كِتاب (buku)
b. Fi’il. Contoh: كتب – يكتُب (menulis)
c. Huruf. Contoh: من، في، عن، على، إلى، بـ.
Di antara tanda-tanda isim yaitu tanwin di akhir kata, atau kata sandang alif dan lam (الْ) yang ditambahkan di awal kata.
Di dalam bahasa Indonesia, isim biasa diterjemahkan dengan “kata benda”. Sedang fi’il adalah “kata kerja”. Sementara huruf adalah kata tegas yang berfungsi sebagai kata penguhubung.
Catatan:
Cara membaca kata sandang alif dan lam (الْ) jika masuk pada isim ada dua, yaitu:
a. Lam yang disukun tetap dibaca sebagaimana adanya, yaitu jika huruf sesudah lam berupa: أ، ب، ج، ح، خ، ع، غ، ف، ق، ك، م، و، ه، ي
Alif dan lam ini disebut ال قمرية (al-qamariyyah). Contoh: الحمْد
b. Lam tidak dibaca lam akan tetapi bacaannya dilebur seperti huruf sesudahnya, yaitu jika huruf sesudah lam berupa: ت، ث، د، ذ، ر، ز، س، ش، ص، ض، ط، ظ، ل، ن. Alif dan lam ini disebut ال شمسية (al- syamsiyyah). Contoh: الرّحيم
Semua isim yang diberi kata sandang alif dan lam (ال) tidak boleh ditanwin.
2. Di dalam bahasa Arab kalimat (jumlah) ada dua, yaitu:
a. Jumlah Ismiyyah. Contoh: اللّه أكبر (Allah itu maha besar)
b. Jumlah fi’liyyah. Contoh: قرأ مُحمّدٌ القُرْآن (Muhammad membaca al-Qur’an)
Untuk mengetahui apakah jumlah itu jumlah ismiyyah atau jumlah fi’liyyah antara lain dengan melihat kata yang pertama pada kalimat itu. Jika kata pertama pada kalimat itu berupa isim maka kalimat itu disebut jumlah ismiyyah, dan jika kata pertama dalam kalimat itu berupa fi’il maka kalimat itu disebut jumlah fi’liyyah.
LATIHAN
1. Bacalah kalimat-kalimat berikut ini dengan benar kemudian terjemahkan ke bahasa Indonesia!
بسم اللّه الرحمن الرحيم// حفظ محمد الدرس// الطهارة واجبة// الحمد للّه// كتب صالح الدرس// الكتاب على الطاولة// يقرأ حامد الكتاب// أحمد في البيت// الكتاب جميل// الوضوء سنّة// الوضوء واجب// الصلاة في المسجد// الصلاة واجبة// يحفظ محمود الوضوء// أحمد من المسجد//
2. Sebutkan isim, fi’il dan huruf yang ada pada kalimat-kalimat di atas!
3. Sebutkan mana jumlah ismiyyah dan mana jumlah fi’liyyah dari kalimat-kalimat di atas!
4. Sebutkan pembagian kata dalam bahasa Arab!
5. Sebutkan dua tanda isim!

MASIH BELAJAR MEMAKAI BLOG

Pada saat ini saya masih belajar menggunakan blog. Oleh karena itu siapa saja yang membaca blog saya kok terlihat masih amburadul saya mohon maaf.